Bukittinggi

Ratusan mahasiswa gelar aksi Demo di DPRD Bukittinggi

Bukittinggi,Elsifmdotcom——–Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Bukittinggi menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Senin, 27 Juli 2026.

 

Dalam orasinya, sejumlah perwakilan mahasiswa, menyuarakan terkait peristiwa represif aparat Satpol PP Bukittinggi yang terjadi di belakang Universitas Fort de Kock (UFDK) pada Rabu, 22 Juli 2026 lalu, yang dipicu oleh adanya dugaan bentrokan fisik saat pengaman sengketa lahan seluas 5.528 meter persegi.

 

Sesampainya di depan Gedung DPRD, para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Namun, kedatangan mereka tidak dapat disambut langsung oleh anggota DPRD karena sedang melaksanakan dinas luar. Meski demikian, massa aksi diterima oleh Sekretaris Dewan, Hendry, yang menemui para mahasiswa untuk menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

 

“Kami hari ini datang ke DPRD untuk mendesak agar segera dilakukan pemanggilan dan evaluasi terhadap Kepala Satpol PP guna menindaklanjuti persoalan ini. Kami juga meminta agar pihak yang diduga melakukan tindak pidana diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa adanya perlakuan istimewa karena statusnya sebagai aparat negara, serta memastikan korban memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan berlaku dan seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka,” ujar Ketua BEM UFDK, Roihan Nul Kholid.

 

Roihan Nul Kholid juga menyayangkan tidak adanya anggota DPRD yang hadir untuk menerima langsung aspirasi mahasiswa.

Baca Juga  Wajah Baru Tunas Pengayoman Lapas Kelas IIA Bukittinggi

 

“Kami sangat menyayangkan tempat menyampaikan aspirasi tidak disambut anggota DPRD, Dan hanya sekretaris dewan yang menyambut. selanjutnya, kami akan melakukan aksi lanjutan sampai persoalan dugaan kekerasan ini bisa di tindak lanjuti,” jelasnya.

 

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Sekretaris DPRD Kota Bukittinggi, Hendry, menyampaikan bahwa seluruh anggota DPRD sedang tidak berada di tempat karena tengah melaksanakan tugas dinas luar yang telah dijadwalkan sebelumnya.

 

“Kami menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa. Walaupun saat ini anggota DPRD sedang melaksanakan dinas luar, seluruh tuntutan dan aspirasi yang disampaikan akan kami terima dan segera kami sampaikan kepada pimpinan serta anggota DPRD setelah mereka kembali,” ujar Hendry.

 

Aksi unjuk rasa tersebut juga sempat diwarnai insiden saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Meski sempat terjadi ketegangan, situasi dapat dikendalikan dan aksi berlangsung hingga massa membubarkan diri.

 

( elsifm/dina)