Rapat Paripurna DPRD Memperingati Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 241

Bukittinggi,Radio Elsifm — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi gelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 241. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Sidang Bung Hatta, Senin, (22/12).
Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, menyampaikan, Pilihan ninik mamak untuk membentuk suatu komunitas pada sebuah dataran tinggi di Luhak Agam dan kemudian mendirikan Nagari Kurai, adalah awal dari keberadaan sebuah kota yang kini dikenal dengan nama Bukittinggi. Pilihan tersebut merupakan suatu yang tepat dan tidak heran bila negara penjajah Belanda dan Jepang menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat utama dalam pengelolaan pemerintahan dan militernya.
Demikian pula pada masa perjuangan kemerdekaan RI, dimana kota ini pun pernah dijadikan Ibukota Kedua Republik Indonesia setelah Yogyakarta yakni Ibu Kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, Ibu Kota Provinsi Sumatera, kemudian Ibu Kota Sumatera Tengah, dan pernah pula menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat sebelum dipindahkan ke Padang dan terakhir sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam sebelum dipindahkan ke Lubuk Basung.

“Sekarang Kota Bukittinggi kembali memperingati hari jadinya yang ke – 241, moment peringatan hari jadi kota perlu dimaknai dengan melakukan koreksi, instropeksi dan evaluasi. Melalui koreksi kita perbaiki tata kehidupan, melalui instropeksi kita ambill hikmah dari setiap kejadian, melalui evaluasi dari ikhtiar dan usaha yang telah kita lakukan, lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerangka kerja yang produktif, kita design sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian,” jelas Syaiful Efendi.
DPRD Kota Bukittinggi ngucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas keberhasilan prestasi dan berbagai penghargaan yang telah diraih. Baik di bidang pemerintahan, bidang ekonomi, sosial dan budaya serta kepegawaian maupun bidang lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang diperoleh di tingkat provinsi maupun nasional.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, membacakan kronologis penetapan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Penetapan HJK bertujuan untuk mengetahui landasan historis kehidupan suatu kota.
Pencarian HJK Bukittinggi, berkembang dari keinginan pemerintah dan masyarakat, untuk merujuk pada umur kota yang lebih tua, sesuai kenyataan fisik kota maupun keberadaan masyarakat. Pemko telah membentuk panitia HJK dengan mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan seminar yang melibatkan ahli sejarah.
Dari hasil seminar itu, penetapan hari jadi kota, harus mengandung nilai integratif, nilai inspiratif, nilai aspiratif, nilai patriotisme dan nasionalisme.
“Dari nilai nilai yang terkandung itu, terungkap dalam hasil seminar, bahwa Hari Jadi Kota Bukittinggi diusulkan pada tanggal 22 Desember tahun 1784. Setelah dipelajari dan dibahas oleh pansus DPRD, mana dalam surat keputusan nomor 10/SK-I//DPRD/1988 tanggal 15 Desember tahun 1988 dapat menyetujui tanggal 22 Desember 1784 sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi dan berdasarkan SK Wali Kota NO. 188.45117-1988 tanggal 17 Desember tahun 1988, ditetapkan Hari Jadi Kota Bukittinggi tanggal 22 Desember tahun 1784,” jelasnya.
Tokoh masyarakat, Inyiak Rudi Gunawan Syarfi, DT. Rajo Endah, menyampaikan sepanjang sejarahnya yang sudah 241 tahun, kota bukittinggi telah tumbuh sebagai kota yang berperan penting dalam mendorong kemajuan masyarakat minangkabau, dan bangsa indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. di kota ini telah lahir gerakan kaum terpelajar melalui sekolah raja, yang sebagian lulusannya menjadi tokoh perjuangan kemerdekaan indonesia. sampai kinipun, kota bukittinggi τεταρ menjadi salah satu kota yang melahirkan kaum terpelajar, yang mampu berkompetisi secara nasional dan internt.
“peran historis kota bukittinggi yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada masa perjuangan dan mempertahankan kota bukittinggi. sebagai tokoh masyarakat kota bukittinggi nagari kurai limo jorong patut berbangga dengan realitas sejarah kota bukittingi, yang sudah pasti tidak dapat dipisahkan dengan sejarah masyarakat kurai itu sendiri. kita adalah bagian yang integral dari sejarah tersebut. dalam konteks inilah, upaya pemerintah kota bukittinggi untuk dapat μενεταρkan kota bukittinggi sebagai κοτα perjuangan adalah sesuatu yang patut kita dorong dan dukung bersama secara konsisten dan berkelanjutan,” jelas Dt Rajo Endah.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Menyampaikan Bukittinggi memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan sejarah republik indonesia. bung karno, presiden pertama kita pernah berkata, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika bukittinggi layak disebut sebagai kota perjuangan, karena kota kecil ini menjadi tempat lahirnya banyak tokoh bangsa dan pahlawan nasional, serta menjadi bagian dari banyak peristiwa penting bersejarah negara republik indonesia.
“Penyebutan Bukittinggi “kota perjuangan” bukan sekadar untuk meromantisasi sejarah yang dimiliki kota ini. namun, ia merupakan harapan serta bagian dari ikhtiar kami agar peristiwa sejarah, buah pikir dan karya para tokoh atau pahlawan bangsa tetap hidup dalam memori kolektif serta menginsiprasi generasi penerus setelahnya. Beranjak dari pemikiran dan harapan tersebut, pemerintah kota Bukittinggi dengan dukungan segenap unsur masyarakat pada 29 april 2025 lalu meresmikan penamaan jalan usmar ismail sebagai bentuk penghormatan kepada putra bangsa dan pahlawan nasional kelahiran bukittinggi yang dikenal kiprah serta pengabdiannya dalam perfilman nasional,” jelas wako
Selanjutnya, pada tahun 2026 juga akan memperingati 1 abad (100 tahun) berdirinya jam gadang yang merupakan ikon atau landmark utama kota bukittinggi. jam gadang dibangun pada masa hindia belanda tahun 1926 sebagai hadiah dari ratu wilhelmina, oleh arsitek lokal yazid sutan maruhun dan rasid sutan gigi ameh. dibangun dengan konstruksi tanpa paku, mesin jam buatan jerman yang langka (di dunia hanya ada 2 dan satu lagi big ben di inggris). menara ini terkenal dengan arsitektur uniknya, termasuk atap gonjong khas minangkabau (yang telah mengalami tiga kali perubahan sejak pemerintahan jaman belanda, jaman penjajahan jepang dan setelah kemerdekaan indonesia) dan menjadi saksi bisu sejarah penting indonesia, termasuk proklamasi kemerdekaan.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Juga menjelaskan, Saat ini Bukittinggi berada pada periode rencana pembangunan jangka panjang berikutnya, yaitu periode tahun 2025 -2045. rencana pembangunan jangka panjang daerah (provinsi, kabupaten/ kota) untuk 20 tahun ke depan diarahkan untuk mencapai visi kita selaku berbangsa dan bernegara, yakni mewujudkan indonesia emas pada tahun 2045 nanti, atau bertepatan dengan momen 1 abad kemerdekaan indonesia. sebagai periode pertama pelaksanaan rencana pembangunan jangka panjang dimaksud, rencana pembangunan kota bukittinggi untuk 5 tahun ke depan diibaratkan layaknya membangun pondasi untuk mencapai visi pembangunan kota maupun nasional pada tahun 2045 nanti.
“Rencana pembangunan jangka menengah kota bukittinggi tahun 2025 -2029 mengusung visi “Bukittinggi gemilang, berkeadilan dan berbudaya”, yakni perwujudan tatanan kehidupan warga kota yang maju, modern, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur warisan budaya, melalui pembangunan yang dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat melalui pengembangan ekonomi inklusif, pemberdayaan, serta penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan memenuhi prinsip-pinsip keadilan. visi Bukittinggi gemilang, berkeadilan dan berbudaya diuraikan lebih lanjut kedalam visi misi daerah,” jelas wako.
Semua kesuksesan yang diraih tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak mulai dari internal pemerintah daerah antar SKPD, keharmonisan kemitraan dengan DPRD sebagai unsur pemerintahan dan komunikasi yang baik dengan unsur forkopimda terlebih lagi restu dan dukungan dari para tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan generasi muda kota bukittinggi, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan yang selalu memberikan saran, pendapat serta kritikan-kritikan yang membangun terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan di kota bukittinggi yang kita cintai ini.
“selanjutnya untuk melaksanakan program kedepan sebagaimana yang telah disebutkan tadi, kami atas nama pemerintah kota Bukittinggi tetap berharap mendapat dukungan baik langsung maupun tidak langsung dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan tokoh masyarakat lainnya di kota Bukittinggi, sehingga seluruh rencana pembangunan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasarannya,” harap wako ramlan.
Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili Asisten III, Medi Iswandi ,menyampaikan Kota Bukittinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan Provinsi Sumatera Barat. Dengan posisi geografis yang menguntungkan serta kekuatan di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa, Bukittinggi telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan etalase wajah Sumatera Barat di tingkat nasional.
Sebagai kota tujuan wisata unggulan, Bukittinggi tidak hanya berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya Minangkabau yang kaya akan nilai adat, sejarah, dan kearifan lokal. Tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi menjadikan Bukittinggi simpul penting dalam mendukung pembangunan wilayah sekitarnya.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang Kota Bukittinggi sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan identitas budaya. Oleh karena itu,peran Bukittinggi diharapkan terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan Provinsi Sumatera Barat secara keseluruhan,” jelasnya.
(Elsifm/Dina)

